Langsung ke konten utama

SOP PENGKAJIAN KARDIOVASKULAR



SOP  PENGKAJIAN KARDIOVASKULAR
1.      Tahap preinteraksi :
a.       Menyiapkan alat : sarung tangan bersih, masker, stetoskop,
b.      Membaca catatan medis keperawatan dan verifikasi order
c.       Membaca bismillah dan mencuci tangan
2.      Tahap orientasi
a.       Mengucapkan salam “ assalamualaikum”
b.      Memanggil nama klien dan memverifikasi dengan nama yang ada direkam medis “Ny. S umur 60 tahun alamat Pundong, Bantul”
c.       Memperkenalkan diri “perkenalkan ibu nama saya fistalina sukmianti, saya mahasiswa praktek dari keperawatan UMY”
d.      Menjelaskan prosedur dan tujuan“pada pagi ini saya akan melakukan pemeriksaan pada bagian jantung ibu, untuk mengetahui ada atau tidaknya ketidaknormalan.
e.       Kontrak waktu “ baik ibu untuk prosedurnya nanti dibutuhkan waktu kurang lebih 10 menit ”
f.       Menanyakan kesediaan, dan mempersilahkan bertanya “ baik ibu dari penjelasan saya tadi apakah ibu bersedia? Jika iya sebelumnya ada yang ingin ibu tanyakan?”
g.      Menjaga privasi klien “ permisi yaa ibu saya tutup tirainya dahulu”.
3.      Tahap kerja
a.       Melakukan inspeksi :
1)   Melihat warna kulit klien : tidak ada kebiruan, central dan perifer sama berwarna kulit tidak ada tanda-tanda hipoksia
2)   CRT <2
3)   Tidak ada edema pada tangan dan kaki
4)   Mukosa lembab
b.      Melakukan palpasi :
1)   Nadi central : 80x/menit, nadi perifer: 80x/menit dengan pengisian yang kuat dan ritme yang reguler
2)   Temperatur : 36,5oC, turgorkulit baik elastis, ada diaporesis
c.       Melakukan auskultasi
1)   S1 dan S2 reguler,
2)   Konsistensi nadi perifer dan central sama
3)   Nadi apikal terdengar jelas
d.      Mengevaluasi tindakan : dari hasil pemeriksaan tadi jantung dan pembuluh darah ibu normal, hanya saja ibu karena sedang mengalami gangguan pada pernafasan ibu mengalami keringat yang cukup banyak karena tubuh ibu merespon dari pengeluaran zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh karena tidak mampu melalui pernafasan dibuang melalui keringat.

4.      Tahap terminasi
a.       Respon klien : klien mengatakan “merasa senang dan lega karena jantung dan pembuluh darahnya tidak terdapat ketidaknormalan”
b.      Melakukan kontrak waktu selanjutnya “ baik ibu, nanti jam 12 saya akan menemui ibu lagi untuk memberikan obat oral ya bu?”
c.       Mengucap salam “ kalau begitu saya permisi ibu, assalamualaikum, syafakillah bu”.
d.      Mencuci tangan
5.      Dokumentasi
·         S : klien mengatakan merasa lega dan tenang karena tidak mengalami gangguan pada jantung dan pembuluh darahnya
·         O : warna kulit klien : tidak ada kebiruan, central dan perifer sama berwarna kulit tidak ada tanda-tanda hipoksia, CRT <2, Tidak ada edema pada tangan dan kaki , Mukosa lembab, Nadi central : 80x/menit, nadi perifer: 80x/menit dengan pengisian yang kuat dan ritme yang reguler , Temperatur : 36,5oC, turgorkulit baik elastis, ada diaporesis S1 dan S2 reguler, Konsistensi nadi perifer dan central sama, Nadi apikal terdengar jelas
·         A : penurunan curah jantung teratasi sebagian.
·         P : -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOP pemasangan NGT dan Perawatan NGT

Pemasangan NGT, Perawatan NGT 1.       Persiapan Alat ü   NGT sesuai dengan ukuran klien ü   Pinset Anatomis ü   Spuit ü   Bengkok ü   Jelly ü   Plester ü   Perban ü   Stetoskop ü   Sarung Tangan 2.       Tahap Pra Interaksi ü   Verifikasi Order : akan melakukan pemasangan kateter pada Ibu R ü   Siapkan ala-alat ü   Bersiap bertemu dengan klien 3.       Tahap Orientasi ü   Memperkenalkan diri §   (“Permisi Ibu, perkenalkan saya perawat Neza yang hari ini berjaga dibangsal ini dari pukul 08.00 hingga puku 14.00 siang nanti, benar ini dengan   Ibu R?” Ohh.. benar yah ini dengan Ibu R”) ü   Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan pada klien §   (“Ibu, saya kesini tujuannya yaitu akan melakukan pemasangan selang dihidung ibu agar kebutuhan nutrisi ibu tetap terpenuhi, kegiatan ini aka...

SOP Bladder Training

Bladder Training 1.       Persiapan Alat ü   Klem kateter/ klem arteri ü   Penampung urin (pispot) ü   Alat pelindung diri (APD) 2.       Tahap Pra Interaksi ü   Verifikasi order : akan melakukan bladder training pada klien Ibu M. ü   Siapkan alat-alat ü   Siap bertemu dengan klien 3.       Tahap Orientasi ü   Berikan salam, panggil klien dengan nama serta memperkenalkan diri (“permisi Ibu< benar ini dengan Ibu M? oiyah baiklah ibu, perkenalkan ibu saya perawat Neza yang hari ini bertugas hari ini dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00 siang nanti”) ü   Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien dan keluarga (“Ibu , tujuan saya kesini yaitu akan melakukan bladder training, maksudnya yaitu ibu sedang terpasang selang pipis jadi agar ibu tidak terlalu bergantung dengan selang pipis maka akan saya latih pelan-pelan agar mampu nanti ny...

Laporan Pendahuluan Kebutuhan aman dan Nyaman :Nyeri Akut

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN KEBUTUHAN AMAN DAN NYAMAN : NYERI AKUT A.       DEFINISI Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan, yang bersifat subyektif, yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan dan potensial kerusakan (Internasional Assosiation for the Study of Pain [IASP], 2012). Nyeri bersifat sangat individual yang dipengaruhi aspek biologi, sosial, dan spiritual. Sedangkan menurut NANDA Nursing Diagnosis (2011), nyeri adalah ketidaknyamanan sendori dan pengalaman emosional disebabkan adanya kerusakan jaringan secara aktual maupun potensial. Secara umum, nyeri dikategorikan menjadi nyeri akut dan nyeri kronik. Menurut NANDA (2011) nyeri akut adalah nyeri kurang dari 6 bulan dan nyeri Kronis adalah nyeri dengan durasi lebih dari 6 bulan. Pengkategorian tersebut sesuai dengan Smeltzer dan Barae (2010) bahwa nyeri dinyatakan kronis jika telah timbul selama 6 bulan atau lebih, terlalu lama untuk mengungkapkan bahwa ...