Langsung ke konten utama

SOP pemberian O2 melalui Nasal Kanul



Pemberian O2

1.      Persiapan alat
ü  Nasal kanul
ü  Pipa oksigen
ü  Humidifier
ü  Air aquades
ü  Tabung oksigen dengan flowmeter

2.      Tahap Pra Interaksi
ü  Inspeksi adanya tanda dan gejala yang berhubungan dengan hipoksia
ü  Siapkan alat-alat
ü  Verifikasi order : akan melakukan pemberian O2 dengan nasal kanul kepada Bp. P
ü  Bersiap bertemu dengan pasien

3.      Tahap Orientasi
ü  Memperkenalkan diri
ü  (“Permisi bapak, perkenalkan saya perawat Neza yang hari ini berjaga dibangsal ini dari pukul 08.00 hingga puku 14.00 siang nanti, benar ini dengan Bp. P?” Ohh.. benar yah ini dengan Bp. P”)
ü  Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan pada klien
ü  (“Bapak, saya kesini tujuannya yaitu akan melakukan pemberian oksien kepada bapaka dikarenakan apak mengalami tanda-tanda sesak nafas, kegiatan ini akan berlangsung sekitar 10 menit, bagaimana apakah bapak bersedia?ohh baiklah kalau memang bapak bersedia”)


ü  Beri kesempatan klien untuk bertanya
ü  (“ Bapak sebelum kita memulai kegiatan ini, apakah ada yang bapak belum mengerti dan ingin ditanyakan?” oh baiklah kalau memang tidak ada , bisa langsung kita mulai yah pak”)
ü  Siapkan lingkungan klien dengan menjaga privasi klien yaitu menutup korden

4.      Tahap Kerja
ü  Mendekatkan alat didekat pasien
ü  Mencuci tangan dan memakai sarung tangan bersih
ü  Isi humidifier dengan air aquades setinggi batas yang tertera
ü  Menghubungkan flow meter dengan tabung oksigen sentral
ü  Cek fungsi flow meter dan humidifier dengan memutar pengatur konsentrasi O2 dan amati ada tidaknya gelembung udara dalam gelas flow meter
ü  Menghubungkan nasal kanul dengan flow meter
ü  Alirkan oksigen : kanul nasal dengan aliran antara 1-6 liter/menit
ü  Cek aliran nasal kanul dengan menggunakan punggung tangan untuk mengetahi ada tidaknya aliran oksigen
ü  Pasang nasal kanul pada klien
ü  Tanyakan pada klien apakah oksigen telah mengalir dan apakah sudah merasa nyaman
ü  Fiksasi

5.      Tahap terminasi
ü  Evaluasi reson dan kondisi klien
ü  Simpulkan hasil kegiatan : telah dilakukan pemasangan O2 pada Bp. P  pada jam 09.00

ü  Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
(“Bapak , kegiatan ini sudah selesai dilakukan, untuk itu nanti jam 10.00 saya akan kesini lagi Bapak untuk memberikan bapak obat yaitu nebu ventolin untuk emngurangi sesak nafas bapak”)
ü  Mengucapkan Alhamdulillah

6.      Dokumentasi
Nama               : Bp. P
Usia                 : 70 Tahun
Tindakan         : pemasangan O2 nasal kanul
Hari/Tanggal   : Sabtu, 6 Desember 2014

                              S                      : pasien mengatakan sesak berkurang dan merasa nyaman
                                                         O                     : pasien kooperatif dan nyaman setelah ipasang nasal kanul, tidak tampak tanda-tanda sesak nafas
                                                         A                     : Pola nafas tidak efektif teratasi sebagian
                                                         P                      : Melakukan Nebu ventolin / 8 jam







Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOP pemasangan NGT dan Perawatan NGT

Pemasangan NGT, Perawatan NGT 1.       Persiapan Alat ü   NGT sesuai dengan ukuran klien ü   Pinset Anatomis ü   Spuit ü   Bengkok ü   Jelly ü   Plester ü   Perban ü   Stetoskop ü   Sarung Tangan 2.       Tahap Pra Interaksi ü   Verifikasi Order : akan melakukan pemasangan kateter pada Ibu R ü   Siapkan ala-alat ü   Bersiap bertemu dengan klien 3.       Tahap Orientasi ü   Memperkenalkan diri §   (“Permisi Ibu, perkenalkan saya perawat Neza yang hari ini berjaga dibangsal ini dari pukul 08.00 hingga puku 14.00 siang nanti, benar ini dengan   Ibu R?” Ohh.. benar yah ini dengan Ibu R”) ü   Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan pada klien §   (“Ibu, saya kesini tujuannya yaitu akan melakukan pemasangan selang dihidung ibu agar kebutuhan nutrisi ibu tetap terpenuhi, kegiatan ini aka...

SOP Bladder Training

Bladder Training 1.       Persiapan Alat ü   Klem kateter/ klem arteri ü   Penampung urin (pispot) ü   Alat pelindung diri (APD) 2.       Tahap Pra Interaksi ü   Verifikasi order : akan melakukan bladder training pada klien Ibu M. ü   Siapkan alat-alat ü   Siap bertemu dengan klien 3.       Tahap Orientasi ü   Berikan salam, panggil klien dengan nama serta memperkenalkan diri (“permisi Ibu< benar ini dengan Ibu M? oiyah baiklah ibu, perkenalkan ibu saya perawat Neza yang hari ini bertugas hari ini dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00 siang nanti”) ü   Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien dan keluarga (“Ibu , tujuan saya kesini yaitu akan melakukan bladder training, maksudnya yaitu ibu sedang terpasang selang pipis jadi agar ibu tidak terlalu bergantung dengan selang pipis maka akan saya latih pelan-pelan agar mampu nanti ny...

Laporan Pendahuluan Kebutuhan aman dan Nyaman :Nyeri Akut

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN KEBUTUHAN AMAN DAN NYAMAN : NYERI AKUT A.       DEFINISI Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan, yang bersifat subyektif, yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan dan potensial kerusakan (Internasional Assosiation for the Study of Pain [IASP], 2012). Nyeri bersifat sangat individual yang dipengaruhi aspek biologi, sosial, dan spiritual. Sedangkan menurut NANDA Nursing Diagnosis (2011), nyeri adalah ketidaknyamanan sendori dan pengalaman emosional disebabkan adanya kerusakan jaringan secara aktual maupun potensial. Secara umum, nyeri dikategorikan menjadi nyeri akut dan nyeri kronik. Menurut NANDA (2011) nyeri akut adalah nyeri kurang dari 6 bulan dan nyeri Kronis adalah nyeri dengan durasi lebih dari 6 bulan. Pengkategorian tersebut sesuai dengan Smeltzer dan Barae (2010) bahwa nyeri dinyatakan kronis jika telah timbul selama 6 bulan atau lebih, terlalu lama untuk mengungkapkan bahwa ...