Langsung ke konten utama

SOP pelepasan kateter



PELEPASAN KATETER
1.      Tahap preinteraksi :
a.       Menyiapkan alat : Sarung tangan, spuit 10 cc, cairan antiseptik, kantong plastik kuning, kapas alkohol, kasa.
b.      Membaca catatan medis keperawatan dan verifikasi order
c.       Membaca bismillah dan mencuci tangan
2.      Tahap orientasi
a.       Mengucapkan salam “ assalamualaikum”
b.      Memanggil nama klien dan memverifikasi dengan nama yang ada direkam medis “Ny. S umur 60 tahun alamat Pundong, Bantul”
c.       Memperkenalkan diri “perkenalkan ibu nama saya fistalina sukmianti, saya mahasiswa praktek dari keperawatan UMY”
d.      Menjelaskan prosedur dan tujuan“pada pagi ini saya akan melakukan pelepasan selang yang digunakan untuk pipis ya bu, dikarenakan kondisi ibu sudah membaik dan untuk mengurangi adanya infeksi bakteri pada saluran kencing ibu.
e.       Kontrak waktu “ baik ibu untuk prosedurnya nanti dibutuhkan waktu kurang lebih 10 menit ”
f.       Menanyakan kesediaan, dan mempersilahkan bertanya “ baik ibu dari penjelasan saya tadi apakah ibu bersedia? Jika iya sebelumnya ada yang ingin ibu tanyakan?”
g.      Menjaga privasi klien “ permisi yaa ibu saya tutup tirainya dahulu”.
3.      Tahap kerja
a.       Mempersiapkan alat dan mendekatkan kepada pasien
b.      Memakai sarung tangan
c.       Memohon ijin untuk membuka celana pasien dan memposisikan klien tendernburg
d.      Membuang urin yang masih tersisa di urin bag dan mengobservasi : jumlah 500 cc berwarna kuning dan tidak terdapat gumpalan darah. Dan memasukan urin bag dalam kantong plastik kuning
e.       Mengeluarkan isi balon dari kateter dengan menggunakan spuit 10cc
f.       Menarik kateter dan menginstruksikan kepada klien untuk tarik nafas panjang melalui hidung dan dikeluarkan perlahan melalui mulut.
g.      Mengolesi daerah labia mayora dan minora dengan cairan antiseptik
h.      Mengembalikan posisi dan pakaian pasien
i.        Membereskan alat dan melepas sarung tangan serta mencuci tangan
j.        Mengevaluasi hasil tindakan : baik ibu ini selangnya sudah saya lepas, apabila ibu merasakan panas dan ada mengompol bisa dilaporkan pada perawat ya bu, saya anjurkan untuk ibu membiasakan kembali pipi 2-3 x sehari agar ibu dapat berkemih dengan jumlah yang normal kembali
4.      Tahap terminasi
a.       Respon klien : klien mengatakan “merasa nyeri saat ditarik selang untuk pipis”
b.      Melakukan kontrak waktu selanjutnya “ baik ibu, nanti jam 12 saya akan menemui ibu lagi untuk memberikan obat oral ya bu?”
c.       Mengucap salam “ kalau begitu saya permisi ibu, assalamualaikum, syafakillah bu”.
d.      Mencuci tangan
5.      Dokumentasi
·         S : klien mengatakan merasa sakit saat ditarik selang pipisnya . 
·         O : aff kateter(+), urin (+), 500cc, kuning tidak terdapat darah, encer
·         A : gangguan pola eliminasi teratasi sebagian,
·         P : -


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOP pemasangan NGT dan Perawatan NGT

Pemasangan NGT, Perawatan NGT 1.       Persiapan Alat ü   NGT sesuai dengan ukuran klien ü   Pinset Anatomis ü   Spuit ü   Bengkok ü   Jelly ü   Plester ü   Perban ü   Stetoskop ü   Sarung Tangan 2.       Tahap Pra Interaksi ü   Verifikasi Order : akan melakukan pemasangan kateter pada Ibu R ü   Siapkan ala-alat ü   Bersiap bertemu dengan klien 3.       Tahap Orientasi ü   Memperkenalkan diri §   (“Permisi Ibu, perkenalkan saya perawat Neza yang hari ini berjaga dibangsal ini dari pukul 08.00 hingga puku 14.00 siang nanti, benar ini dengan   Ibu R?” Ohh.. benar yah ini dengan Ibu R”) ü   Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan pada klien §   (“Ibu, saya kesini tujuannya yaitu akan melakukan pemasangan selang dihidung ibu agar kebutuhan nutrisi ibu tetap terpenuhi, kegiatan ini aka...

SOP Bladder Training

Bladder Training 1.       Persiapan Alat ü   Klem kateter/ klem arteri ü   Penampung urin (pispot) ü   Alat pelindung diri (APD) 2.       Tahap Pra Interaksi ü   Verifikasi order : akan melakukan bladder training pada klien Ibu M. ü   Siapkan alat-alat ü   Siap bertemu dengan klien 3.       Tahap Orientasi ü   Berikan salam, panggil klien dengan nama serta memperkenalkan diri (“permisi Ibu< benar ini dengan Ibu M? oiyah baiklah ibu, perkenalkan ibu saya perawat Neza yang hari ini bertugas hari ini dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00 siang nanti”) ü   Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien dan keluarga (“Ibu , tujuan saya kesini yaitu akan melakukan bladder training, maksudnya yaitu ibu sedang terpasang selang pipis jadi agar ibu tidak terlalu bergantung dengan selang pipis maka akan saya latih pelan-pelan agar mampu nanti ny...

Laporan Pendahuluan Kebutuhan aman dan Nyaman :Nyeri Akut

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN KEBUTUHAN AMAN DAN NYAMAN : NYERI AKUT A.       DEFINISI Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan, yang bersifat subyektif, yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan dan potensial kerusakan (Internasional Assosiation for the Study of Pain [IASP], 2012). Nyeri bersifat sangat individual yang dipengaruhi aspek biologi, sosial, dan spiritual. Sedangkan menurut NANDA Nursing Diagnosis (2011), nyeri adalah ketidaknyamanan sendori dan pengalaman emosional disebabkan adanya kerusakan jaringan secara aktual maupun potensial. Secara umum, nyeri dikategorikan menjadi nyeri akut dan nyeri kronik. Menurut NANDA (2011) nyeri akut adalah nyeri kurang dari 6 bulan dan nyeri Kronis adalah nyeri dengan durasi lebih dari 6 bulan. Pengkategorian tersebut sesuai dengan Smeltzer dan Barae (2010) bahwa nyeri dinyatakan kronis jika telah timbul selama 6 bulan atau lebih, terlalu lama untuk mengungkapkan bahwa ...