Langsung ke konten utama

PRESENTASI JURNAL MUSIC THERAPY IMPROVES SLEEP QUALITY IN ACUTE AND CHRONIC SLEEP DISORDERS: A META-ANALYSIS OF 10 RANDOMIZED STUDIES



1.             Judul jurnal dan penulis
Music therapy improves sleep quality in acute and chronic sleep disorders: a meta-analysis of 10 randomized studies. Yang menulis jurnal ini adalah Chun-Fang Wang, Ying-Li Sun, Hong-Xin Zang yang berasal dari keperawatan departement bedah cardiovaskula, Rumah Sakit Pingjin, Logistik Universitas Armed Tianjin China.
2.             Latar belakang
Tidur merupakan salah satu kebiasaan yag sangat sering dilakukan dan dibutuhkan oleh manusia akan tetapi menjadi salah satu masalah yang dapat disebabkan dan menyebabkan beberapa masalah pada kesehatan seseorang. 1 dari 3 orang dewasa melaporkan memiliki masalah pada kualitas dan kuantitas tidur. Yang dibebakan oleh perubahan linkungan, keributan, akut depriviasi tidur dan keadaan pasien yang berada di peri operative yang dapat membuat seseorang mengalami gangguan tidur akut. Sedangkan ganguan tidur kronik dapat berhubungan dengan beberapa jenis gangguan kesehatan seperti : gangguan kardiovaskular, gangguan pernafasan, obesitas, DM tipe II .
Banyak cara yang dilakukan untuk menyembuhkan gangguan tidur diantaranya adalah mengunakan obat-obatan tetapi mempunyai efek negatid saat digunakan untuk intervensi jangka panjang. Gangguan tidur juga dapat disebabkan oleh gangguan psikologis sehingga dapat juga disembuhkan dengan mind-body yang salah satunya dengan terapi musik untuk mengurangi tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengakumulasikan beberapa evidance pada penelitian sebelumnya  dalam melihat hasil efisensi terapi music untuk gangguan tidur dengan mengguankan metanalisis dengan prospektive cohort study.
3.             Desain penelitian
Metaanalisis dengan desain kohort.
4.             Waktu dan tempat penelitian
4 penelitian mempunyai waktu kurang dari 3 hari (pada pasien Post-op)
6 penelitian 4-5 minggu dengan memberikan intervensi dan follow up (pada pasien gangguan tidur kronik kronik ). Tempat dari penelitian-penelitian tersebut 9 di Inggris dan 1 di German.
5.             Sampel
Dari penelitian tersebut sampel berjumlah 557 dengan beberapa kriteria, sebagai berikut : dewasa berumur> 18 tahun, desain penelitian tersebut menggunakan randomised control trial, menggunakan terapi music untuk mengurangi secara pasif kualitas tidur yang buruk, dinilai dengan menggunakan metode pengambilan sampel subjektive dan objektive. Sampel dapat dikeluarkan apabila pasien mendertia gangguan kognitiv dan neurologis, menggunakan music secara aktif untuk menperbaiki kualitas tidur.
6.             Instrumen
Menggunakan metode subjektive yaitu kuisioner, dan metode objektive dengan menggunakan polysimnografy.
7.             Prosedure
Mencari referensi (n=227) àyang tidak relevant (n=191), à yang relevant di cocokan dengan kriteria inklusi ( tidak sesuai dengan explosure, outcome, poplulasi, penjelasan, desain penelitian) à artikel diterima (n=12) à terdapat jurnal yang merupakan duplicate ( n=2). Jurnal siap untuk dianalisis (n=10)
8.             Analisa data
Menggunakan standard mean diference dengan 95% untuk interval kepercayaan. Populasi yang heterogen yang ada dalam penelitian- penelitan yang dianalisis adalah dengan menggunakan Q-test, dan I-statistic yang menjelaskan presentasi dari variasi total penelitianini mempunyai heterogenitas dibanding dengan kesempatan yang ada yang mengindikasikan heterogenitas dari penelitian-penelitian yang dianalisis. Hasil dari penelitian tersebut mempunyai nilai signifikasi p<0,05.
9.             Hasil
Hasil menyatakan bahwa dengan uji regresi penelitian, menunjukan tidak adanya bukti yang signifikan terhadap jurnal-jurnal itu (p>0,05). Sehingga music tidak berengaruh secara signifikan terhadap gangguan pola tidur akut dan kronik dikarenakan nilai signifikasi yang >0,05 (p=0.53)
10.         Diskusi
Dalam penelitian ini menunjukan bahwa musik dapat meningkatkan kualtas tidur di rentang populasi yang dimana terdapat populasi pasien setelah operasi yang menderita gangguan tidur akut dan lansia pada komunitas yang menderita gangguan tidur kronik. faktor geograpi tidak mempengaruhi penggunaan terapi musik untuk diterapkan baik di Asia maupun di Eropa. Music yang digunakan mempunyai karakteristik dengan tempo 60-80 beats, ritme yang stabile dan penaln, frekuensi nada yang rendah dan melodi yang mempunyai efek relaksasi. Mekanisme music dalam mengurangi nyeri yang dirasakan oleh pasien pasca operasi adalah saat suara/ music memasuki pusat sistem saraf yaitu sistem limbik, maka music akan mengaktifkan hormon opoids dan oksitosin.
Terapi music ini sangat murah dan aman serta mudah untuk dipahami oleh para perawat yang notabene adalah sebagai tenaga kesehatan profesional di rumah sakit maupun komunitas. Music dapat membuat meningkatkan kualitas hidup seseorang apabila mereka menikmati alunan musik untuk membuat mereka menghipnosis diri mereka sendiri untuk tenang serta relax.
11.         Masukan
Untuk penelitian selanjutnya diharapkan peneliti mampu meneliti tentang durasidari terapi musik dilakukan, waktu terbaik untuk melakukan terapi music sebelum tidur, mencari bagaimana cara membuat seseorang nyaman dan mendengarkan musik untuk merelaksasikan pikiran dan badan mereka.
12.         Kelemahan penelitian
Terdapat beberapa kelemahan dalam penelitian inti adalah sikap dari partisipan membuat intervensi mempunyai desain yang double-blidnding, ukuran sample lebih sedikit, kualitas dari beberapa penelitian masih rendah, heterogenitas substannsinya dipresentasikan. Terlalu panjang masa durasi follow up intervensi yang digunakan, perbedaan varsiasi dari heterogen signifikansi membuat SMD bias. Dan variasi objektive dari penelitian ini tidak mempresntasikan hasil dari polysomnography sehingga peneliti tidak mampu mendapatkan informasi yang lebih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOP pemasangan NGT dan Perawatan NGT

Pemasangan NGT, Perawatan NGT 1.       Persiapan Alat ü   NGT sesuai dengan ukuran klien ü   Pinset Anatomis ü   Spuit ü   Bengkok ü   Jelly ü   Plester ü   Perban ü   Stetoskop ü   Sarung Tangan 2.       Tahap Pra Interaksi ü   Verifikasi Order : akan melakukan pemasangan kateter pada Ibu R ü   Siapkan ala-alat ü   Bersiap bertemu dengan klien 3.       Tahap Orientasi ü   Memperkenalkan diri §   (“Permisi Ibu, perkenalkan saya perawat Neza yang hari ini berjaga dibangsal ini dari pukul 08.00 hingga puku 14.00 siang nanti, benar ini dengan   Ibu R?” Ohh.. benar yah ini dengan Ibu R”) ü   Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan pada klien §   (“Ibu, saya kesini tujuannya yaitu akan melakukan pemasangan selang dihidung ibu agar kebutuhan nutrisi ibu tetap terpenuhi, kegiatan ini aka...

SOP Bladder Training

Bladder Training 1.       Persiapan Alat ü   Klem kateter/ klem arteri ü   Penampung urin (pispot) ü   Alat pelindung diri (APD) 2.       Tahap Pra Interaksi ü   Verifikasi order : akan melakukan bladder training pada klien Ibu M. ü   Siapkan alat-alat ü   Siap bertemu dengan klien 3.       Tahap Orientasi ü   Berikan salam, panggil klien dengan nama serta memperkenalkan diri (“permisi Ibu< benar ini dengan Ibu M? oiyah baiklah ibu, perkenalkan ibu saya perawat Neza yang hari ini bertugas hari ini dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00 siang nanti”) ü   Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien dan keluarga (“Ibu , tujuan saya kesini yaitu akan melakukan bladder training, maksudnya yaitu ibu sedang terpasang selang pipis jadi agar ibu tidak terlalu bergantung dengan selang pipis maka akan saya latih pelan-pelan agar mampu nanti ny...

Laporan Pendahuluan Kebutuhan aman dan Nyaman :Nyeri Akut

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN KEBUTUHAN AMAN DAN NYAMAN : NYERI AKUT A.       DEFINISI Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan, yang bersifat subyektif, yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan dan potensial kerusakan (Internasional Assosiation for the Study of Pain [IASP], 2012). Nyeri bersifat sangat individual yang dipengaruhi aspek biologi, sosial, dan spiritual. Sedangkan menurut NANDA Nursing Diagnosis (2011), nyeri adalah ketidaknyamanan sendori dan pengalaman emosional disebabkan adanya kerusakan jaringan secara aktual maupun potensial. Secara umum, nyeri dikategorikan menjadi nyeri akut dan nyeri kronik. Menurut NANDA (2011) nyeri akut adalah nyeri kurang dari 6 bulan dan nyeri Kronis adalah nyeri dengan durasi lebih dari 6 bulan. Pengkategorian tersebut sesuai dengan Smeltzer dan Barae (2010) bahwa nyeri dinyatakan kronis jika telah timbul selama 6 bulan atau lebih, terlalu lama untuk mengungkapkan bahwa ...