LAPORAN PENDAHULUAN
KEBUTUHAN TERMOREGULASI
A.
PENDAHULUAN
Kebutuhan dasar manusia
merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan
keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang bertujuan untuk mempertahankan
kehidupan dan kesehatan. Menurut Virginia Henderson, terdapat 14 komponen yang
mendasari kebutuhan pada manusia antara lain (Potter &Perry, 2009):
bernapas secara normal, makan
dan minum dengan cukup, membuang kotoran tubuh, bergerak dan menjaga posisi
yang diinginkan, tidur dan istirahat, memilih pakaian yang sesuai, menjaga suhu
tubuh tetap dalam batas normal dengan menyesuaikan pakaian dan mengubah lingkungan, menjaga
tubuh tetap bersih dan terawat serta serta melindungi integumen, menghindari
bahaya lingkungan yang bisa melukai, berkomunikasi dengan
orang lain dalam mengungkapkan emosi, kebutuhan, rasa takut, atau pendapat, beribadah
sesuai dengan keyakinan, bekerja dengan tata cara yang mengandung unsur
prestasi, bermain atau terlibat dalam berbagai kegiatan rekreasi, belajar
mengetahui atau memuaskan rasa penasaran yang menuntun pada perkembangan normal
dan kesehatan serta menggunakan fasilitas kesehatan yang tersedia. Keempat belas kebutuhan dasar
manudia di atas dapat di klarifikasikan menjadi empat kategori, yaitu komponen
kebutuhan biologis, psikologis, sosiologis, dan spiritual. Sebagai seorang
perawat mempunyai fungsi unik untuk membantu individu, baik
dalamkeadaan sehat maupun sakit. Sebagai anggota tim kesehatan, perawat
mempunyai fungsi independence di dalam penanganan perawatan berdasarkan
kebutuhan dasar manusia (14 komponen di atas). Untuk menjalankan fungsinya,
perawat harus memiliki pengetahuan biologis maupun sosial (Basford,et.all,2006) .
Salah satu
yang harus dipenuhi seorang perawat agar
klien mampu mendapatkan keadaan dan terpenuhi kebutuhan dasarnya adalah untuk
tetap menjaga suhu tubuh tetap dalam batas normal yaitu 36,5-37,5oC.
saat suhu klien meningkat (hipertermi/ demam) klien akan merasa tidak nyaman
dan memungkinkan adanya indikasi terkena infeksi dari suatu virus atau
mikroorganisme yang lain.
B.
DEFINISI
Menjaga suhu tubuh agar tetap dalam batas normal merupakan salah
satu kebutuhan biologis yang menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia yang
harus dipenuhi.
C.
SISTEM TUBUH YANG BERPERAN DALAM KEBUTUHAN NUTRISI
Sistem tubuh yang berperan
dalam menjaga suhu tubuh tetap dalam
batas normal adalah termoregulasi.
Termoregulasi adalah proses homeostatik yang berfungsi untuk mempertahankan
suhu tubuh untuk tetap dalam keadaan normal, yang dicapai dengan menyeimbangkan
panas yang ada dalam tubuh dan panas yang dikeluarkan (Broklyn,2008). Hipotalamus
adalah bagian yang sangat peka, yang merupakan pusat integrasi utama untuk
memelihara keseimbangan energi dan suhu tubuh. Hipotalamus berfungsi sebagai
termostat tubuh, dengan menerima informasi dari berbagai bagian tubuh di kulit.
Penyesuaian dikoordinasi dengan sangat rumit dalam mekanisme penambahan dan
pengurangan suhu sesuai dengan keperluan untuk mengorekasi setiap penyimpangan
suhu inti dari nilai patokan normal. Hipotalamus mampu berespon terhadap
perubahan suhu darah sekecil 0,01ºC (Sherwood, 2001).
Hipotalamus terus-menerus mendapat
informasi mengenai suhu kulit dan suhu inti melalui reseptor khusus yang peka
terhadap suhu yang disebut termoreseptor (reseptor hangat, dingin dan nyeri di
perifer). Reseptor suhu sangat aktif selama perubahan temperatur. Sensasi suhu
primer diadaptasi dengan sangat cepat. Suhu inti dipantau oleh termoreseptor
sentral yang terletak di hipotalamus serta di susunan syaraf pusat dan organ
abdomen (Sherwood, 2001).
Termoregulasi manusia berpusat pada
hypothalamus anterior terdapat tiga komponenpengatur atau penyusun sistem
pengaturan panas, yaitu termoreseptor, hypothalamus, dansaraf eferen serta
termoregulasi dapat menjaga suhu tubuhnya, pada suhu-suhu tertentu yangkonstan
biasanya lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnyaMekanisme pengaturan
suhu tubuh merupakan penggabungan fungsi dari organ-organ tubuhyang saling
berhubungan. didalam pengaturan suhu tubuh mamalia terdapat dua jenis sensor
pengatur suhu, yautu sensor panas dan sensor dingin yang berbeda tempat pada
jaringan sekeliling (penerima di luar) dan jaringan
inti (penerima di dalam) dari tubuh.
Dari kedua jenis sensor
ini, isyarat yang diterima langsung dikirimkan ke sistem saraf pusat dan
kemudian dikirim ke syaraf motorik yang mengatur
pengeluaran panas dan produksi panas untuk dilanjutkan
ke jantung, paru-paru dan seluruh tubuh. Setelah itu terjadi umpan balik,
dimana
isyarat,
diterima kembali oleh sensor panas dan sensor dingin melalui peredaran
darah.Sebagian panas hilang melalui proses radiasi, berkeringat yang
menyejukkan badan. Melalui evaporasi berfungsi
menjaga suhu tubuh agar tetap konstan. dan modifikasi sistem
sirkulasi dibagian kulit. Kontriksi pembuluh darah di bagian kulit dan
countercurrent heat exchange adalahsalah satu cara untuk mengurangi kehilangan
panas tubuh.
D.
MASALAH KEBUTUHAN NUTRISI DAN TANDA KLINIS
1.
Hipertermi
Hipertermi adalah suatu Keadaan
dimana seorang individu mengalami peningkatan suhu tubuh di atas 37,80C peroral
atau 38,80C perrektal karena factor eksternal
Tanda
klinis:
a.
Suhu tubuh meningkat :
>37,5
b.
Badan terasa panas
2. Konstipasi
Hipotermia adalah pengeluaran panas akibat paparan
terus-menerus terhadap dingin mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi
panas. (Potter & Perry. 2009)
Tanda
klinis:
a.
Suhu Tubuh < 36,5
b.
Badan dan akral dingin
c.
Menggigil
E.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
|
Diagnosa
Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
|
Rencana
keperawatan
|
|
|
Tujuan
dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
|
|
1.
Hipertermia b/d penyakit
|
NOC:
Management demam
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 3x24 jam demam
klien dapat mereda dengan kriteria
hasil:
-
Hasil pengukuran suhu normal : 36,5-37,5oC
-
Tidak tampak gelisah
|
NIC :
Monitor suhu Klien
Berikan kompres airhangat pada bagian axila atau pada
pangkal paha
Motivasi untuk banyak minum air putih
Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian antipiretik
|
F.
Daftar pustaka :
1.
Potter dan
Perry. 2009.Fundamental Keperawatan. EGC.
Jakarta
2.
Broklyn.2008. Enksiklopedi Keperawatan . EGC. Jakarta
3.
Sherwood, L.
2001. Fisiologi Manusia : dari Sel ke
Sistem. EGC:Jakarta
4.
Basford, Lynn dan Slevin, Oliver. 2006. Teori
dan Praktik Keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokterran ECG.
Komentar
Posting Komentar