Langsung ke konten utama

LAPORAN PENDAHULUAN KEBUTUHAN PERAN DAN HUBUNGAN



LAPORAN PENDAHULUAN
KEBUTUHAN PERAN DAN HUBUNGAN

A.      DEFINISI
Kebutuhan akan peran dan hubungan diperlukan pada sebuah keluarga agar tetap dapat menjalankan peran dan fungsi mereka. Saat kebutuhan akan peran dan hubungan tidak dapat terpenuhi maka akan terjadi adanya peran dan fungsi yang tidak dijalakan serta dapat menjadi masalah yang dapat menganggu keharmonisan dan keutuhan sebuah keluarga, salah satunya adalah kelalaian. Kelalaian sendiri  bisa terjadi pada siapa saja akan tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak dan lansia. Pengabaiaan (neglect) didefinisikan sebagai jenis penganiayaan yang mengacupada kegagalan oleh pengasuh untuk memberikan yang diperlukan, perawatanyang sesuai dengan usia meski secara finansial mampu melakukannya atauditawarkan berarti keuangan atau lainnya untuk melakukannya
B.       PATOFISIOLOGI
Ada beberapa fungsi  yang tidak mampu dipenuhi oleh salah satu anggota keluarga seperti fungsi memberi perawatan kesehatan membuat seorang anggota keluarga tidak ingin merawat salah seorang anggota keluarga lain karena faktor internal (keadaan finansial keluarga, ketidakinginan dari anggota keluarga tersebut, kesibukan, penyakit yang tidak kunjung sembuh), faktor eksternal (lingkungan). Dari beberapa faktor tersebut membuat adanya kegagalan dalam memberikan perawatan yang sesuai sehingga munculah kelalaian.
C.      JENIS-JENIS  GANGGUAN PERSEPSI SENSORI
1.      Physical neglect (Pengabaian fisik)
Pengabaian fisik umumnya melibatkan orang tua atau pengasuh yang tidak memberikan kebutuhan dasar pada anak (misalnya, makanan pakaian, memadaidan tempat tinggal). Kegagalan atau penolakan untuk menyediakan kebutuhanmembahayakan kesehatan fisik anak, kesejahteraan, pertumbuhan psikologis danperkembangan.
Pengabaian fisik juga termasuk meninggalkan anak, pengawasantidak memadai, penolakan terhadap anak yang mengarah ke pengusiran darirumah dan kegagalan untuk secara memadai menyediakan untuk keselamatananak dan kebutuhan fisik dan emosional. Pengabaian fisik yang parah dapatberdampak pada perkembangan anak dengan menyebabkan gagal tumbuh, gizi buruk, penyakit serius, kerusakan fisik berupa luka, memar, luka bakar ataucedera lainnya karena kurangnya pengawasan, dan seumur hidup harga diri yangrendah.
2.      Educational neglect (Pengabaian pendidikan
Pengabaian pendidikan melibatkan kegagalan dari orang tua atau pengasuhuntuk mendaftarkan anak usia sekolah wajib di sekolah atau menyediakan homeschooling yang sesuai atau diperlukan pelatihan pendidikan khusus, sehinggamemungkinkan anak atau pemuda untuk tidak terlibat dalam kebiasaanmembolos. Pengabaian pendidikan dapat menyebabkan anak gagal untuk memperoleh keterampilan hidup dasar, putus sekolah atau terus menampilkanperilaku yang mengganggu. Pengabaian pendidikan bisa menimbulkan ancamanserius bagi kesehatan anak, kesejahteraan emosional, fisik atau pertumbuhanpsikologis normal dan perkembangan, terutama ketika anak memiliki kebutuhanpendidikan khusus yang tidak terpenuhi.
3.      Psychological neglect Emotional  (Pengabaian psikologi emosional)
Pengabaian psikologi dan emosional meliputi tindakan seperti terlibat dalampertengkaran orang tua yang ekstrim di hadapan anak, memungkinkan seoranganak untuk menggunakan obat-obatan atau alkohol, menolak atau gagal untuk menyediakan membutuhkan perawatan psikologis serta terus-menerusmeremehkan kasih sayang. Perilaku orang tua yang dianggap menganiaya anak secara emosional meliputi:
-         Mengabaikan (kegagalan konsisten untuk merespon kebutuhan anak untuk stimulasi, merawat, dorongan dan perlindungan atau kegagalanuntuk mengakui keberadaan anggota keluarga).
-         Menolak (aktif menolak untuk menanggapi kebutuhan anggota keluarga misalnya,menolak untuk menunjukkan kasih sayang).
-         Menghina secara verbal (meremehkan, nama panggilan ataumengancam).
-         Mengisolasi (mencegah anggota keluarga dari memiliki kontak sosial yang normaldengan anak-anak lain dan orang dewasa)
-         Meneror (mengancam anggota keluarga dengan hukuman ekstrim atau menciptakan iklim teror dengan memainkan pada ketakutan masa kanak-kanak); dan kerusakan atau pemanfaatan (mendorong anak untuk terlibat dalamperilaku merusak, ilegal atau antisosial).
D.     FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GANGGUAN PERSEPSI SENSORI
1.        Faktor eksternal
a.       Lingkungan
2.      Faktor internal :
a.       Kesibukan dari anggota keluarga
b.      Keengganan untuk merawat anggota keluarga
c.       Keadaan finansial
d.      Penyakit dari salah seorang anggota keluarga  yang tidak kunjung sembuh.
e.       Ketidak mampuan menyelesaikan masalah  

E.       PATHWAY

 
                                                                           

F.       PENGKAJIAN
1.      Anamnesa
a.       Identitas diri
b.      Riwayat penyakit dulu
c.       Riwayat penyakit dari keluarga
d.      Pengkajian fisik (head to toe)
e.      Vital sign
2.      11 pola gordon
a.       Pola persepsi dan manajemen kesehatan
b.      Pola nutrisi
c.       Pola eliminasi
d.      Pola katifitas dan latihan
e.      Pola persepsi dan konsep diri
f.        Pola istirahat dan tidur
g.       Pola peran dan hubungan
h.      Pola seksual dan reproduksi
i.         Pola stress dan koping
j.        Pola nilai dan kepercayaan
k.       Latihan
3.      Pengajian pada head toe pasien adanya luka atau tidak, terlihat kurang gizi atau tidak, tanda-tanda kekerasan.
4.      Pengkajian pada psikososial klien : interaksi pada oranglain, penampilan, suasana hati.

G.      DIAGNOSIS KEPERAWATAN
Disfungsi proses keluarga berhubungan dengan ketidakadekuatan ketrampilan koping

H.      INTERVENSI KEPERAWATAN
1.      Intervensi mandiri
·           O :  Observasi adanya tanda – tanda memar, luka bakar atau injury lainnya yang tidak jelas, Catat adanya malnutrisi, perawatan tidak adekuat , kaji adanya status mental pada lansia
·           N : bina hubungan saling percaya, menungkatkan hubungan saling percaya pada lansia, bantu klien untuk lebih mandiri.
·           E : -
2.         Intervensi kolaborasi
C: kolaborasi dengan keluarga atau saudara terdekat klien untuk memfasilitasi masalah dan menyelesaikannya bersama-sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOP pemasangan NGT dan Perawatan NGT

Pemasangan NGT, Perawatan NGT 1.       Persiapan Alat ü   NGT sesuai dengan ukuran klien ü   Pinset Anatomis ü   Spuit ü   Bengkok ü   Jelly ü   Plester ü   Perban ü   Stetoskop ü   Sarung Tangan 2.       Tahap Pra Interaksi ü   Verifikasi Order : akan melakukan pemasangan kateter pada Ibu R ü   Siapkan ala-alat ü   Bersiap bertemu dengan klien 3.       Tahap Orientasi ü   Memperkenalkan diri §   (“Permisi Ibu, perkenalkan saya perawat Neza yang hari ini berjaga dibangsal ini dari pukul 08.00 hingga puku 14.00 siang nanti, benar ini dengan   Ibu R?” Ohh.. benar yah ini dengan Ibu R”) ü   Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan pada klien §   (“Ibu, saya kesini tujuannya yaitu akan melakukan pemasangan selang dihidung ibu agar kebutuhan nutrisi ibu tetap terpenuhi, kegiatan ini aka...

SOP Bladder Training

Bladder Training 1.       Persiapan Alat ü   Klem kateter/ klem arteri ü   Penampung urin (pispot) ü   Alat pelindung diri (APD) 2.       Tahap Pra Interaksi ü   Verifikasi order : akan melakukan bladder training pada klien Ibu M. ü   Siapkan alat-alat ü   Siap bertemu dengan klien 3.       Tahap Orientasi ü   Berikan salam, panggil klien dengan nama serta memperkenalkan diri (“permisi Ibu< benar ini dengan Ibu M? oiyah baiklah ibu, perkenalkan ibu saya perawat Neza yang hari ini bertugas hari ini dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00 siang nanti”) ü   Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien dan keluarga (“Ibu , tujuan saya kesini yaitu akan melakukan bladder training, maksudnya yaitu ibu sedang terpasang selang pipis jadi agar ibu tidak terlalu bergantung dengan selang pipis maka akan saya latih pelan-pelan agar mampu nanti ny...

Laporan Pendahuluan Kebutuhan aman dan Nyaman :Nyeri Akut

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN KEBUTUHAN AMAN DAN NYAMAN : NYERI AKUT A.       DEFINISI Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan, yang bersifat subyektif, yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan dan potensial kerusakan (Internasional Assosiation for the Study of Pain [IASP], 2012). Nyeri bersifat sangat individual yang dipengaruhi aspek biologi, sosial, dan spiritual. Sedangkan menurut NANDA Nursing Diagnosis (2011), nyeri adalah ketidaknyamanan sendori dan pengalaman emosional disebabkan adanya kerusakan jaringan secara aktual maupun potensial. Secara umum, nyeri dikategorikan menjadi nyeri akut dan nyeri kronik. Menurut NANDA (2011) nyeri akut adalah nyeri kurang dari 6 bulan dan nyeri Kronis adalah nyeri dengan durasi lebih dari 6 bulan. Pengkategorian tersebut sesuai dengan Smeltzer dan Barae (2010) bahwa nyeri dinyatakan kronis jika telah timbul selama 6 bulan atau lebih, terlalu lama untuk mengungkapkan bahwa ...