LAPORAN PENDAHULUAN
KEBUTUHAN NUTRISI
A.
PENDAHULUAN
Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur
yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis
maupun psikologis, yang bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan.
Jenis-jenis Kebutuhan dasar manusia yang paling mendasar menurut Abraham Maslow
(Potter dan Perry, 2009) menjelaskan bahwa kebutuhan fisiologis merupakan
kebutuhan paling dasar, yaitu kebutuhan fisiologis seperti oksigen, cairan
(minuman), nutrisi (makanan), keseimbangan suhu tubuh, eliminasi, tempat
tinggal, istirahat dan tidur, serta kebutuhan seksual.
Apabila manusia tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar
manusia yang paling mendasar ini, maka akan menimbulkan suatu masalah. Salah
satu contohnya adalah kebutuhan nutrisi. Masalah kebutuhan nutrisi merupakan
salah satu masalah utama dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Hal ini telah
terbukti pada seseorang yang kekurangan nutrisi akan mengakibatkan malnutrisi
yang nantinya akan berdampak pada proses metabolisme tubuh. Pada klien dengan dispepsia
akan mengalami beberapa keluhan seperti nyeri atau perasaan tidak nyaman pada
ulu hati (konsensus Roma, 2000. Pasien dengan dispepsia mengeluhkan beberapa
gejala seperti : rasssa penuh setelah makanan yang menggangu, perasaan cepat
kenyang, nyeri ulu hati bahkan sampai sesak nafas, rasa terbakar di ulu hati,
serata ditambah mual dan muntah ( Murdani, & Jefri, 2012).
B.
DEFINISI
Kebutuhan nutrisi merupakan kebutuhan
dasar manusia terdiri dari kebutuhan akan kalori, protein, lemak, vitamin
mineral dan kebutuhan cairan, dengan komposisi tertentu yang akan mempengaruhi
seseorang akan kebutuhan energi yang dibutuhkan (Lisna, 2013).
C.
SISTEM TUBUH YANG BERPERAN DALAM KEBUTUHAN NUTRISI
Sistem tubuh yang berperan dalam
kebutuhan nutrisi terdiri atas saluran digesti atau pencernaan terdiri dari
pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi. Pencernaan mekanik terdiri dari
mengunyah, mengaduk, dan mengaduk yang terjadi di bagian mulut dengan
mnggunakan mulut dan gigi, sedangkan untuk pencernaan kimiawi menggunakan
bantuan enzim yang membantu untuk memecah substansi yang ada di makanan agar
mudah diabsorbsi didalam duodenum. Makanan yang dipecahkan secara mekanik
kemudian didalam mulut kemudian makanan dicampur dengan saliva, yang mengandung
priatilin (amilase saliva), kemudia makanan ditelan kedalam esofagus dan
bergerak secara peristaltik untuk membantu makanan masuk kedalam lambung , yang
kemudian dengan bantuan enzim makanan dipecah dan dibuat menjadi berbentuk
bolus sehingga membentuk kimus yang kemudian mengalir kedalam duodenum yang
kemudian tercamour cepat dengan empedu, getah intestinal, sekresi pangkreas, kemudian
makanan akan terdorong ke usus kecil dengan gerakan peristaltik yang kemudian
makanan akan diabsorbsi melalui vili-vili. Kemudian isi usus memasuki usus
besar, dan air akan diabsorbsi melalui mukosa, sehingga feses akan lebih padat
(Potter& Perry, 2009).
D.
MASALAH KEBUTUHAN NUTRISI DAN TANDA KLINIS
1.
Dispepsia
Dispepsia
adalah rasa nyeri atau tidak nyaman yang terutama dirasakan didaerahperut
bagian atas (Talley. etall, 2006)
Tanda
klinis:
a.
Perut terasa penuh
b.
Cepat kenyang
c.
Rasa terbakar di ulu hati
selama 3 bulan.
2.
Konstipasi
Konstipasi
adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan buang air besar, yang
disebabkan karena kosistensi fezes yang terlalu padat.
Tanda
klinis:
a.
Sakit perut yang disertai
oleh bab yang sakit
b.
Feses terlihat keras
c.
Mengedan dengan sangat
E.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Diagnosa Keperawatan
|
Diagnosa
Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
|
Rencana
keperawatan
|
|
|
Tujuan
dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
|
|
1.
Ketidak seimbangan
nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b/d Ketidakmampuan untuk mencerna
makanan
|
NOC:
Nutritional Status : Food & Fluid
Intake
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 3x24 jam ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dengan kriteria hasil:
-
Mampu memasukan makanan melalui tube
-
Memasukkan makanan melalui intra vena
-
Memasukan makanan melalui parenteral
|
NIC :
·
Observasi kebutuhan cairan dan makanan pasien
·
Monitor kebutuhan intake nutrisi dan kalori pasien
·
Berikan makanan melalui tube atau intravena.
·
Ajari dan jelaskan keluarga atau pasien tentang kebutuhan inake makanan
dan fungsi tube
·
Kolaborasi dengan ahli gizi tentang diet makanan pasien.
|
Komentar
Posting Komentar